Santafex: Rayakan Harmoni Keberagaman di Panggung Ramadan

JAKARTA, KARISMA – SMAN 89 Jakarta berhasil mengubah wajah kegiatan Ramadan konvensional menjadi panggung kreativitas lintas keyakinan melalui gelaran “Santafex” (13/03/2026). Tradisi tahunan yang memadukan religi dan seni ini sukses mempererat kebhinekaan siswa melalui rangkaian aksi teatrikal hingga peragaan busana tokoh lintas agama.

Santafex, yang merupakan akronim dari Sanlat (Pesantren Kilat), Santab (Santunan Akbar), dan Exfa (Exhibition of Faith), bukan sekadar rutinitas ibadah. Selama tiga hari, para siswa diajak menyelami nilai-nilai spiritual sekaligus merayakan kebersamaan dalam balutan kegiatan edukatif yang modern.

Salah satu sesi yang menjadi pusat perhatian adalah fashion show bertema tokoh dunia. Alih-alih hanya menampilkan busana muslim, panggung ini justru menampilkan representasi tokoh-tokoh penting dari berbagai latar belakang agama.

“Yang paling seru adalah bagian fashion show, karena menampilkan berbagai macam latar belakang tokoh dari masing-masing agama,” ujar Ulfa Amalia, S.Pd., salah satu guru SMAN 89 Jakarta. Menurutnya, keberanian siswa menampilkan simbol-simbol keberagaman ini menjadi cerminan sikap toleransi yang dipupuk di lingkungan sekolah.

Bagi siswa kelas 12, Santafex tahun ini memegang nilai sentimental yang mendalam. Acara ini menjadi momentum perpisahan atau last dance sebelum mereka meninggalkan bangku sekolah. Farrel Athaila, salah satu siswa kelas 12, mengaku terkesan dengan kemegahan acara yang dipersiapkan secara kolaboratif tersebut.

“Senang banget karena ini acara penutup untuk kami kelas 12, sebagai penutup yang baik lah ya. Acaranya juga wah banget,” tutur Farrel. Meski sempat terkendala cuaca yang memaksa pemindahan lokasi ke masjid dan ruang kelas, ia menegaskan bahwa antusiasme siswa tidak surut sedikit pun.

Kegiatan ini merupakan buah kerja keras panitia yang melibatkan seluruh elemen masyarakat sekolah. Selain penampilan seni, rangkaian acara juga diisi dengan pendalaman materi keagamaan dan buka puasa bersama untuk memperkuat aspek spiritualitas.

Melalui Santafex, SMAN 89 Jakarta berharap para siswa tidak hanya membawa pulang ilmu agama, tetapi juga karakter positif dan rasa saling menghargai. Pihak sekolah berkomitmen untuk terus mengembangkan tradisi ini agar menjadi lebih inovatif di tahun-tahun mendatang sebagai identitas kebanggaan sekolah. (Rizka Nurjannah – Karisma)

Sharing is caring

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *