Pelajaran yang Tak Tertulis
Di antara bel jam pertama dan suara sandal berlari,
ada mimpi yang pelan-pelan tumbuh di kursi kayu ini.
Buku mungkin kusam, tinta mungkin habis,
tapi semangat tak pernah benar-benar kering.
Kami belajar bukan hanya rumus dan kata,
tapi bagaimana jatuh dan berdiri lagi.
Tugas boleh menumpuk seperti gunung,
namun di balik lelah, ada bentuk masa depan yang sedang dirakit.
Pendidikan bukan sekadar nilai di rapor,
tapi tentang berani bertanya saat dunia diam.
Tentang menyalakan ide ketika yang lain padam,
tentang percaya, meski belum sampai puncak.
Guru, teman, dan waktu—semua jadi saksi,
bahwa sekolah bukan tempat mencari angka,
melainkan tempat mencari diri.
Dan suatu hari nanti,
kami akan menulis ulang arti belajar,
bukan di papan tulis,
tapi di dunia yang menunggu kami berani mencoba.
(Karisma)

