Suara yang Akhirnya Didengar

Di SMA Negeri 89 Jakarta, suara bel pulang selalu menandai kepadatan hari yang akhirnya mereda. Anak-anak berhamburan keluar kelas, bercanda sambil menenteng tas yang tampak berat oleh buku dan tugas. Namun, tidak semua wajah menunjukkan keriangan yang sama. Sebagian menyimpan lelah, sebagian menahan gelisah, sebagian lagi menutupi sesuatu yang tidak pernah terucapkan. Bu Raras, guru…

Read More

Dari Panggung Sekolah ke Kancah Internasional

Oleh: Rizka Nurjannah Tak banyak yang mengenalnya, tetapi prestasinya telah melangkah jauh. Dialah Nasywa Putri Aisyah (17), siswi kelas XI SMA Negeri 89 Jakarta yang lahir pada 5 Juni 2008. Di usia muda, Nasywa sudah menunjukkan bakat luar biasa di bidang seni tari. Dari panggung sekolah, langkahnya menembus ajang nasional hingga internasional. Kecintaan Nasywa terhadap…

Read More

Menyalakan Semangat dari Balik Lensa

Oleh: Keisya Ramadhani Cahaya Di antara riuh langkah siswa yang berlarian di koridor sekolah, ada satu sosok yang lebih sering menatap dunia lewat lensa kamera dan selembar catatan kecil di tangannya. Ia bukan sekadar merekam gambar atau menulis berita. Ia merekam perjalanan tentang semangat, lelah, dan ketulusan. Namanya Excella Annaisha Putri Prasya, siswi SMA Negeri…

Read More

Cahaya di Balik Gedung-gedung Jakarta

Langit Jakarta sore itu tampak seperti cermin kusam yang memantulkan kelelahan. Jalanan padat, klakson bersahutan, dan orang-orang berjalan cepat seolah waktu sedang mengejar mereka. Di antara keramaian itu, seorang gadis berseragam abu-abu putih berdiri di halte busway. Namanya Naira. Usianya tujuh belas tahun, dan di tangan kanannya tergenggam tas ransel yang mulai sobek di ujungnya….

Read More

Langit di Balik Buku Catatan

Jam dinding di ruang kelas XI IPA 3 menunjukkan pukul 07.10. Bel tanda masuk baru saja berbunyi ketika Rafi Ananta, siswa dengan rambut sedikit acak dan mata sayu, tergesa-gesa menapaki tangga menuju kelas. Nafasnya terengah. Ia baru saja berlari dari halte, terlambat lagi, seperti biasa. Begitu masuk kelas, suara Bu Dina, guru fisika, langsung menyambut….

Read More
boy's writing on book

Pelajaran yang Tak Tertulis

Di antara bel jam pertama dan suara sandal berlari,ada mimpi yang pelan-pelan tumbuh di kursi kayu ini.Buku mungkin kusam, tinta mungkin habis,tapi semangat tak pernah benar-benar kering. Kami belajar bukan hanya rumus dan kata,tapi bagaimana jatuh dan berdiri lagi.Tugas boleh menumpuk seperti gunung,namun di balik lelah, ada bentuk masa depan yang sedang dirakit. Pendidikan bukan…

Read More

Melukis Emosi Jadi Karya Seni

Penulis: Excella Annaisha Putri Prasya, siswi SMA Negeri 89 Jakarta Di dalam ruang penuh goresan warna-warni cat lukis, terlihat anak-anak berkebutuhan khusus itu memegang kuas yang menari di atas kanvas. Saat melukis, mereka bisa berdamai dengan suara-suara yang dianggapnya bising. Meski kadang, suara-suara bising itu terdengar intimidatif. Di sana, seorang Timotius Suwarsito (50 tahun) hadir…

Read More

Ketika Warna Jadi Suara

Penulis: Excella Annaisha Putri Prasya, siswi SMA Negeri 89 Jakarta Tidak semua kisah lahir dari kata-kata. Ada yang tercipta dari sapuan kuas dan percikan warna. Bagi Muhammad Salman Farisyi (16 tahun), penyintas spektrum autisme, kanvas adalah ruang bicara. Warna adalah suaranya. Dulu, amarahnya mudah datang dan sulit fokus. Kini, di hadapan kanvas, ia menemukan damai….

Read More

Kobaran Api Tungku Dodol Betawi Tak Pernah Padam

Penulis: Excella Annaisha Putri Prasya, siswi SMA Negeri 89 Jakarta Dodol Betawi terdiri atas komposisi alami Nusantara yang melimpah ruah. Ialah tepung ketan, santan kelapa, gula merah, juga gula pasir yang tersungkur di atas kuali bertungku kayu bakar. Kemudian, dimasak dengan api yang tak stabil, bermodalkan kipas angin. Jika warna kurang pekat, adonan bisa ditambahkan…

Read More