Suara yang Akhirnya Didengar

Di SMA Negeri 89 Jakarta, suara bel pulang selalu menandai kepadatan hari yang akhirnya mereda. Anak-anak berhamburan keluar kelas, bercanda sambil menenteng tas yang tampak berat oleh buku dan tugas. Namun, tidak semua wajah menunjukkan keriangan yang sama. Sebagian menyimpan lelah, sebagian menahan gelisah, sebagian lagi menutupi sesuatu yang tidak pernah terucapkan. Bu Raras, guru…

Read More

Cahaya di Balik Gedung-gedung Jakarta

Langit Jakarta sore itu tampak seperti cermin kusam yang memantulkan kelelahan. Jalanan padat, klakson bersahutan, dan orang-orang berjalan cepat seolah waktu sedang mengejar mereka. Di antara keramaian itu, seorang gadis berseragam abu-abu putih berdiri di halte busway. Namanya Naira. Usianya tujuh belas tahun, dan di tangan kanannya tergenggam tas ransel yang mulai sobek di ujungnya….

Read More

Langit di Balik Buku Catatan

Jam dinding di ruang kelas XI IPA 3 menunjukkan pukul 07.10. Bel tanda masuk baru saja berbunyi ketika Rafi Ananta, siswa dengan rambut sedikit acak dan mata sayu, tergesa-gesa menapaki tangga menuju kelas. Nafasnya terengah. Ia baru saja berlari dari halte, terlambat lagi, seperti biasa. Begitu masuk kelas, suara Bu Dina, guru fisika, langsung menyambut….

Read More
boy's writing on book

Pelajaran yang Tak Tertulis

Di antara bel jam pertama dan suara sandal berlari,ada mimpi yang pelan-pelan tumbuh di kursi kayu ini.Buku mungkin kusam, tinta mungkin habis,tapi semangat tak pernah benar-benar kering. Kami belajar bukan hanya rumus dan kata,tapi bagaimana jatuh dan berdiri lagi.Tugas boleh menumpuk seperti gunung,namun di balik lelah, ada bentuk masa depan yang sedang dirakit. Pendidikan bukan…

Read More
a person holding a pen and writing on a piece of paper

Kata sebagai Perlawanan

KARISMA – Di tengah derasnya arus informasi yang serba cepat, ketika layar gawai membanjiri pikiran dengan berita, video pendek, dan opini yang saling bertabrakan, sastra kembali menemukan napasnya di tangan anak muda. Mereka tidak lagi menulis puisi sekadar untuk keindahan, melainkan sebagai bentuk perlawanan terhadap kekacauan makna. Di ruang digital yang penuh kebisingan, kata menjadi…

Read More