Drone ‘Rajawali’ Karya Anak SMA Raih Peringkat Empat di World Robot Summit 2025
Fukushima, KARISMA – Tim pelajar Indonesia berhasil menembus jajaran juara dunia setelah drone mereka, Rajawali, masuk empat besar dalam ajang World Robot Summit 2025. Karya ini diuji dalam tantangan robotik bencana dan membuktikan bahwa generasi muda Indonesia kini mulai diperhitungkan di pentas teknologi global.
Tim yang terdiri dari tiga siswa SMA, yaitu Ksatria Wibawa, Owen Tay, dan Arga Wibawa. Mereka mewakili Indonesia dalam kategori Disaster Robotics Drone Challenge.
Mereka menciptakan Drone Rajawali, alat otonom yang dirancang untuk melakukan pemetaan wilayah bencana dan mendeteksi potensi bahaya seperti retakan, korosi, atau unsur berbahaya lain.
“Kami awalnya menargetkan agar sekadar lolos babak penyisihan,” kata Ksatria, ketua tim (14/1/25).
“Tapi kerja keras dan dukungan tim membuat kami memacu diri lebih jauh, hingga akhirnya kami bisa bersaing di final dan berada di posisi keempat dunia,” lanjutnya.
Di babak final, Drone Rajawali bersaing dengan tim dari berbagai negara maju yang memiliki akses ke sumber daya teknologi lebih maju dan dana penelitian besar. Meski begitu, tim Indonesia mampu mempertahankan performa tinggi dengan manuver otonom dan algoritma pengenalan kondisi medan yang dikembangkan sendiri.
Owen menambahkan, “Salah satu tantangan terbesar adalah menyempurnakan sistem navigasi otomatis dalam kondisi cuaca tak menentu dan kondisi medan bencana yang tidak terduga. Kami banyak melakukan uji simulasi sebelum kompetisi.”
Arga melengkapi pernyataan itu dengan harapan bahwa karya tersebut kelak dipakai pada situasi nyata. “Agar Drone Rajawali bisa diterjunkan dalam penanggulangan bencana di Indonesia, kami akan terus memperbaiki sensor dan algoritma deteksinya,” jelasnya.
Keberhasilan ini menjadi tonggak penting untuk memacu inovasi generasi muda Indonesia di bidang teknologi dan mitigasi bencana. Dukungan dari sekolah, pemerintah, dan lembaga riset diyakini bisa mempercepat pengembangan lebih lanjut sehingga drone semacam ini benar-benar siap di lapangan saat negara membutuhkannya. (Red – Karisma)

